Tampilkan postingan dengan label my diary.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my diary.... Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Oktober 2021

bingung.... setelah sekian lama mengutak-ngatik blog yang sempat mati suri akhirnya siuman lagi tapi masih lemah, kenapa ga bisa liat halaman depan???? ...............

Jumat, 26 April 2013

Sanggupkah.....????

jadilah engkau lelaki sejantan ali
aku tahu aku tak secantik fatimah yang kau cari sementara kau umpama ali yang di nanti
dan yang ku tahu bagi Ali,cinta adalah mengambil kesempatan atau mempersilahkan 
mengambil kesempatan itu di sebut keberanian
mempersilakan itu di sebut pengorbanan
cinta tak punya mata untuk memaksa,ia hidup dalam pilihanNya,di pilih oleh takdir,memilih dalam takdir
walau ibnu qayyim pernah mengatakan
cinta adalah yang menggerakan orang yang mencintai untuk mencari yang di cintai
Cinta yg berlandaskan keimanan dan ketaqwaan akan dibalas dengan kebahagiaan

tapi...yakin saja sesuatu yang sudah di takdirkan menjadi hak kita,Allah tidak akan biarkannya menjadi milik orang lain 

Sumber, Iyang Clois



Sekelumit kata-kata diatas menggambarkan betapa hamba Allah SWT mendambakan seorang lelaki yang mampu hidup bersamanya dengan keadaan yang seadanya, namun jauh dari itu semua...cinta yang tuluslah yang akhirnya akan membimbingnya ke jalan Allah azza wajalla.
Hmmmm...seandainya saja bisa seperti itu, mencintai tanpa henti...subhanallaaaaah...sungguh indah Ya Rabb... :)

Fenomena akhir-akhir  ini tentang beristri banyak (poligami) ataupun tentang perselingkuhan memang marak terjadi, ya benar di ajaran saya -Islam- cukup 4 istri saja, itu pun mana ada manusia yang seadil Baginda Rasulullah Muhammad. Rasa cemburu telah Allah tanamkan dalam setiap jiwa insan manusia, bahkan Aisyah  pun cemburu terhadap Siti Khadijah yang ketika telah wafat. Tanpa itu bagaimana kita tahu jika orang-orang di sekitar kita menyayangi kita? Ini salah satu tolak ukur yang -menurut saya- akurat untuk mengetahui seberapa besar seseorang peduli terhadap kita. 

Walaupun didalam agama saya sendiri poligami itu halal, tapi saya amat sangat membencinya, YA SAYA MEMBENCINYA!! Karena saya tak setegar Siti Hajar. Mungkin dari luar terlihat bahagia, namun siapa yang tahu bila di dalam hatinya  hancur lebur berkeping-keping?? Rasanya sulit mengatur keadilan dan kasih sayang bila istri lebih dari satu, bahkan yang ada hanya kebohongan, tamak (untuk dapat menghidupi keluarga), serta cemburu antar istri yang berbeda.

Ada perbincangan yang saya kutip dari comment blog sebelah yang kira-kira isinya seperti ini:
~Perlu disimak dan dipikirkan lagi- lebih dalam- pembicaraan mbak Asma dengan Pak Haris (di kisah 'Kalau Saya Jatuh Cinta Lagi) : 
"...... jika saya menikah lagi, pertama, kebahagiaan dengan istri kedua belum tentu,.. karena tidak ada jaminan untuk itu. Apa yang diluar kelihatan bagus, dalamnya belum tentu. Hubungan sebelum pernikahan yang biasanya indah belum tentu akan terealisasi indah. 
Sementara luka hati istri pertama sudah pasti dan itu akan abadi. Sekarang, bagaimana saya melakukan sebuah tindakan untuk keuntungan yang belum pasti, dengan mengambil resiko yang KERUSAKANNYA PASTI DAN PERMANEN???~

Entah mungkin menurut mereka -kaum lelaki- hal seperti ini adalah untuk menyempurnakan agamanya. Namun apakah betul itu sebagai alasan utama? Karena yang saya lihat dari kasus-kasus yang ada umunya berawal dari hawa nafsu yang tidak bisa dibendung, lalu mereka berselingkuh atau justru menikah diam-diam yang akhirnya hanya akan membawa kemelut rumah tangga yang semakin kacau, yang ujungnya adalah mengorbankan hati sang anak?

Saya sangat bangga dengan wanita-wanita yang berhati baja, menikah dengan lelaki pujaan hati yang -awalnya- saling mencintai, membangun rumah tangga dari nol, memiliki buah hati tercinta yang sangat lucu, membanting tulang membangun usaha bersama untuk menghidupi keluarga kecilnya, lalu ketika usaha yang ditapakinya berhasil dan sukses, Allah memberikan ujian kepada sang Imam rumah tangga dengan hadirnya wanita idaman lain. Hancur lebur hati sang istri dan anak-anaknya?Sudah pasti...

Lalu tidakkah mereka sadar jika setiap tetesan air mata wanita dalam do'anya maka tidak saja tembus hingga langit ke tujuh namun seluruh malaikat akan mengamininya, dan memohon langsung kepada Allah SWT untuk mengabulkan do'anya? Subhanallaaaah....Tidakah meraka memikirkan itu??

Hmmmmm..... masih beranikah berpoligami???



*perbincangan terakhir kami adalah:
"...untuk saat ini tidak terfikirkan masalah (poligami) itu."
namun saya jadi paranoid, saya takut jika hal itu menimpa saya...karena kata-kata "saat ini" berarti akan ada kemungkinan dia berubah fikiran untuk melakukan hal itu....na'uzdubillah himindzalik...*



Rabu, 24 April 2013

Story of Us

Dan ketika hujan jatuh,,
itu menandakan kerinduannya pada pada bumi
yang karenanya bumi pun berseri kembali...

begitu juga aku... :)


Kamis, 06 September 2012

Kita...

Dalam sebuah perjalanan hidup, kadang kita merasakan kebahagiaan yang tersimpan baik di sebuah tempat yang hanya kau sendiri yang tahu. Bagiku kebahagiaan terbesar dalam hidupku adalah ketika aku melihat senyuman di bibir ibuku—tak kan ku biarkan beliau menangis lagi, dan kebahagiaan terbesar dalam hidupku selanjutnya adalah ketika berkumpul bersama orang-orang yang aku sayangi. 

Lalu seketika itu pula kau hadir, dan lengkaplah sudah kebahagiaanku…

Ya,,,kau yang aku kenal dahulu, kini menjadi pelengkap hidupku. Ketika untuk pertama kali kau mengunjungiku….




Aku senang ketika aku tahu arti dari kata-kata yang kau tulis untukku, bahwa “sayangku padamu tak pernah berubah”. Jika seandainya waktu di bangku SD itu kau ucapkan, mungkin ceritanya akan berbeda, dan aku senang kau mengucapkannya ketika kita bertemu lagi dan kita sama-sama sudah dewasa.




Dan ketika hari itu tiba, dimana usiamu bertambah satu tahun seketika itu juga kau mulai berfikir bahwa usiamu tak muda lagi. Namun kau tetap semangat menghadapi hidup ini, walau terkadang beban fikiran tak pernah berhenti menghampiri. Semoga hadirnya diriku disampingmu akan membawa suatu semangat baru dihidupmu.
                            




                           
 Masih teringat saat pertama kau katakan pertama kali di sore itu—entah kau ingat apa tidak—di kotaku, bahwa kau menyayangiku, dan aku hanya tersenyum dan tersipu malu.
                              



Namun tak hanya itu yang dapat membuatku tersenyum, ketika matamu menatap mataku dengan begitu dalam,,,sebenarnya apa yang tersimpan di balik itu semua? Ingin rasanya aku menyelamimu lebih dalam lagi dan mengartikan seluruh tatapanmu…tapi yang aku tahu aku begitu mencintaimu dengan setulus hatiku…



Kau tahu? Kau adalah orang yang keras kepala ketika aku beri tahu. Bahkan untuk masalah kesehatanmu saja kau abaikan. Harus berapa kali aku bilang bahwa kesehatan itu penting? Dengan begitu padatnya kegiatan yang kau jalani. Apa kau tak tahu? aku begitu mengkhawatirkanmu disini? Setidaknya jagalah dirimu sendiri untukku….



Begitu banyak untaian kata cintamu untukku, kau tahu Khalil Gibran? Penyair yang tersohor itu, kata-katamu lebih indah dari miliknya. Kata-kata sederhana nan lugas yang kau ucapkan untukku ketika di hari ulang tahunku atau bahkan ketika aku bergegas untuk terlelap membekas dihatiku...



                           
Ya benar, kita memiliki mimpi yang sama, memiliki prinsip dan komitmen yang sama. Kita pun menghendaki kisah perjalanan kita berakhir di muara yang sama. Aku mengucap syukur pada Sang Pemilik Hati kita, bahwa aku bahagia kau telah hadir dihidupku, mengisi bejana yang kosong di sudut jiwaku. Mendengar suaramu saja hatiku tenang, bahwa disana kau baik-baik saja. Dan tak henti-hentinya disetiap sujudku aku memohon padaNya agar kita dapat bersatu menjadi utuh.



                           

Berharap suatu hari nanti kisah kita berakhir bahagia... ;)
#nengsayangakang;)

Senin, 14 Mei 2012

Pintaku

sayang...
tahukah engkau..
bahwa kaulah lelaki yang selalu aku rindukan
bahwa kaulah obat penenang di kala aku gundah
bahwa kaulah yang mampu membuatku tersenyum dan tertawa lepas 
bahkan yang mampu membuatku tersedu sedan...

sayang...
jika Sang Khaliq meridhoi kita
aku menantikan satu hari
yaitu hari dimana kau mengucapkan sepenggal kalimat 
yang terucap dari mulutmu dengan satu tarikan nafas 
bahwa kau menerimaku sebagai satu-satunya wanita yang mendapingimu 
yang kelak akan kau bahagiakan aku dan membawa keluarga kecil kita pada ketaqwaan

sayang...
begitu banyak impian yang ingin kurenda bersamamu
berbagi dalam suka dan duka
saling mengingatkan untuk kebaikan
serta setia hingga akhir hayat...









Senin, 20 Februari 2012

Depok
20 Februari 2012
15.17 WIB

Hari ini seneng deh...nyiapin sesuatu buat c akang. Yup, akangku tgl 22 Februari ini ulang taun, tambah dewasa ku harap, dan semua yang terbaik selalu menghampirinya (Amin ya Allah!). Hmm...bukan sesuatu yang besar, tapi semoga dia seneng dengan adanya kejutan yang aku kasih...besok tinggal dikirimin pos. Semoga Pak Pos nganterin sampe ke rumahnya dan semoga berjalan lancar. Amin!! :))


#sayangakang
Depok
6 Februari 2012
18.25 WIB

Harus ku mulai dari mana?

Karena yang aku tahu...tiba-tiba dadaku sesak, dan pandanganku kabur...

Entah kenapa hati ini begitu rapuh
Sedikit tersentuh saja maka reaksinya begitu besar

Tak sulit...
Hanya kejujuran dan setia
Itu saja...
tak lebih

Namun ada saja yang menyepelekan hal kecil itu...
Rasanya janji yang terucap acapkali hanya sebuah gurauan semata
Lalu menguap begitu saja
Lenyap

Yang tertinggal hanya kenestapaan
Meratapi nasib yang mungkin memang tak pernah berpihak baik

Disela nafas panjang
dan tak terbendung lagi menahan beban
Butiran itu pun jatuh
Rasanya sulit sekali...
mendapatkan kejujuran dan kesetiaan...

Memang...manusia tak ada yang sempurna
Namun untuk yang satu ini apakah tidak bisa diperhitungkan dahulu?
Karena untuk kehidupan di masa depan
Semua itu penting...

Ya, penting untuk mengajarkan anak-anak kita kelak tentang arti sebuah kejujuran dan kesetiaan...

"Tuhanku yang baik....jika memang Engkau sayang aku dengan cara yang seperti ini...dengan izinMu akan ku jalani.
Namun boleh kan? aku mengharpkan, Engkau menyisakan satu orang saja yang mampu menjaga hal kecil itu...jujur dan setia..."

Minggu, 25 Desember 2011

Lucky i'm in love with my best friend :)


Cirebon
16 Desember 2011
10.38 WIB

Semalam aku bilang pada ibuku, kalau teman lelakiku akan datang dan aku ingin memasak untuknya. Lauk yang sangat sederhana yang akan ku buat untuknya. Berharap dia senang. Ibuku langsung meng-iya-kan pendapatku.

Pagi tadi, aku ke pasar membeli segala bahan masakan yang akan ku masak nanti...hmm ‎​pukul 08.00 WIB dia baru berangkat dari Ciamis, masih lama pikirku.

Ponsel ku pun berdering, ternyata dia sudah sampai...cepat-cepat aku menjemputnya di tempat dia menungguku. Tak ingin dia menunggu lama, aku pun berlari menujunya.

Itukah? Itukah dia? Berperawakan tinggi, kemeja merah hati, jins, dan tas ransel di punggungnya.
Ketika kusapa "apa kabar Gus?", dengan senyum simpulku.
"Baik mel..", berbalik senyum kepadaku.
"Ini beneran Agus?", sambil tertawa diriku menatapnya
"Iya Meell...kenapa? beda ya?", tanyanya
"Iya..beda ya..", jelasku sambil mengerutkan kening, kemudian tersenyum lagi.

Kami pun berjalan menuju rumah ku. Berbincang disepanjang jalan, tak sengaja kutunjukkan rumah ayahku-mungkin dia heran, kenapa berbeda rumah-dan kami terus berjalan menuju rumah ku.

Sesampainya di rumah, kami pun masuk, ibuku langsung menyambut kami. Ternyata beliau tidak lupa akan sosok di depannya. Dulu yang masih kecil, sekarang tumbuh menjadi lelaki tinggi dan tegap.
Mereka saling bercerita, dan aku hanya tersenyum menatapnya-masih tak percaya, jika dia ada di hadapanku kini.

Aku mengajaknya untuk makan siang di rumahku.
Aku ingat ketika dia tiba-tiba mengirimiku pesan singkat, "Mee..ll kpn mkn bareng? hhaha"
"Iya nanti juga ada saatnya kita makan satu meja gus...hehe", balasku.
Dan ternyata, apa yang dia inginkan hari ini terlaksana. Kami makan satu meja, dirumahku.

Tak perlu menunggu lama, kami pamit untuk keluar rumah.
Sepanjang perjalanan, kami sibuk menceritakan memori yang berdebu dan usang. Tertawa bersama atas kekonyolan-kekonyolan masing-masing.

Tak hentinya dalam hati, aku mengucap syukur, atas kehadirannya kini dalam hidupku. Matanya yang coklat terang, mampu membuat denyut jantungku berdetak lebih cepat....lalu pertanda apakah ini?

#sayangakang