Rabu, 12 Oktober 2011

Glenn - "Sekali Ini Saja"

Bersamamu kulewati
Lebih dari seribu malam
Bersamamu yang kumau
Namun kenyataannya tak sejalan

Chorus:
Tuhan bila masih ku diberi kesempatan
Ijinkan aku untuk mencintanya
Namun bila waktuku telah habis dengannya
Biar cinta hidup sekali ini saja

Bersamamu kulewati
Lebih dari seribu malam
Bersamamu yang kumau
Namun kenyataannya tak sejalan

Chorus:
Tuhan bila masih ku diberi kesempatan
Ijinkan aku untuk mencintanya
Namun bila waktuku telah habis dengannya
Biar cinta hidup sekali ini saja

Tak sanggup bila harus jujur
Hidup tanpa hembusan nafasnya

Tuhan bila waktu dapat kuputar kembali
Sekali lagi untuk mencintanya
Namun bila waktuku telah habis dengannya
Biarkan cinta ini, biarkan cinta ini
Hidup untuk sekali ini saja

*mmmm....terinspirasi dari pengamen di Kota Tua
diulik ah...nanti masukin youtube hahaha ;p

Selasa, 04 Oktober 2011

Menapakimu......Lawu (Part 1)

“….semburat jingga di ufuk timur, membawa kembali kenangan yang telah lama mengendap di sudut jiwa….” 

"Nanti di sana bakalan dingin lho neng”, ucap kakak lelakiku memperingatkan berkali-kali. Sampai aku pusing sendiri mendengarnya.
Dia mempersiapkan semua perlengkapan mendakiku. Sebenarnya yang mau mendaki gunung itu aku atau kakakku sih? Aku pun tahu apa-apa saja yang harus di bawa. Karena sering sekali kakakku bercerita tentang pengalaman pendakiannya di berbagai daerah, apa saja yang harus di bawa, menjaga kelakuan kita selama mendaki, dan lainnya. Pernah dia menjajikan aku untuk turut serta mendaki bersamanya, tapi sampai sekarang tak pernah terwujud. Aku juga memaklumi, dia yang seorang pekerja mana ada waktu untuk menaklukan gunung tinggi lagi. Ditambah lagi statusnya sekarang yang sudah berumah tangga.
“Bawa jaketnya yang tebel, biar ga kedinginan”, kata kakakku lagi.
“Iya maaas….ini udah bawa yang tebel”, jawabku meyakinkannya.
Seluruh perlengkapan sudah siap, waktunya aku berangkat. Setelah berpamitan pada kakakku dan iparku, aku langsung menuju stasiun Depok Lama. Di sanalah aku menunggu kawan-kawanku—lebih tepatnya, kawan-kawan baruku—untuk berangkat menuju stasiun Tanah Abang. Lumayan lama aku menunggu mereka. Aku menyapu semua wajah yang ada di stasiun itu, mungkin saja temanku Dewi sudah mununggu di sana. Tapi ternyata nihil. Tak ada satupun yang ku kenal. Oh iya, Dewi ini yang mengajakku naik gunug. Cuma dia yang ku kenal, selebihnya tidak. Ku tekan-tekan ponselku, mencoba mengabarkan dia kalau aku sudah sampai stasiun Depok Lama.
Lama berselang dan waktu menunjukkan pukul 15.28 WIB,,,Ponselku berbunyi,”Mee…di mana? Aku udah nyampe ni!” ucapnya dari seberang telepon, ternyata Dewi yang menelponku.
Aku langsung berdiri dari dudukku dan melihat sekeliling, “Aku juga udaaah…kau dimana?”
“Me, me, me! Aku liat kamu…liat ke depan deh ada yang segerombolan kan? Aku pake kerudung pink..”
Dan ternyataaaa……TARAA!!! AKU SALAH PERON! Ooooh sungguh memalukan! Ceroboh, sepertinya sudah menjadi teman baikku, hmmm…
“Oh iya udah keliatan…”, langsung kututup ponselku dan segera menghampiri mereka dengan senyum yang dipaksakan untuk menutupi rasa maluku.
Disanalah aku mengenal Ripal, Dado, dan Zibow. Sikap ketiga kawan baruku ini cukup bersahabat, aku pun merasa nyaman berbincang bersama mereka. Kami berlima berencana untuk menaklukan Gunung Lawu yang letaknya di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur.
Tak berapa lama, kereta Ekonomi AC yang kami tunggu datang juga. Kami pun langsung berangkat menuju Tanah Abang. Sesampainya disana kami pun langsung memesan tiket. Kali ini kereta yang kami tumpangi adalah kereta ekonomi tujuan Solo Jebres—padahal tadi ketika aku di kereta Ekonimi AC, kakak meneleponku dan bertanya naik kereta apa menuju Solo? Aku bilang padanya kalau kami nanti akan naik kereta Bisnis—
Ketika adzan maghrib berkumandang, aku langsung mencari mushola untuk melakukan shalat maghrib. Kebetulan Dewi sedang berhalangan, jadi dia absen dulu dari shalat lima waktu. Sedangkan yang lainnya, mereka titip doa saja katanya padaku, sambil terkekeh aku menggelengkan kepala.
Selesai shalat aku langsung memakai sepatuku, khawatir mereka lama menungguku. Ternyata Dewi menungguku shalat dan dia berkata,”Me, kayaknya ada sedikit masalah deh…”
“Hah?! Masalah?!
 
To be continue…….

Minggu, 03 Juli 2011

Di Stasiun Kecil Itu


Ku hampiri loket pembelian karcis kereta di stasiun itu, ’TUTUP’. Hah?! Jam 16.00 masih tutup??pikirku. Kupandangi stasiun kecil itu, "hmmm....pantesan aja". Sepi. Aku pun mulai cemas. Dan aku mengutuk si abang angkot tadi yang menurunkan aku di sini. Haaaa...legaaa, ternyata masih ada kehidupan di stasiun ini. Kulihat sepasang kekasih sedang duduk menunggu kereta.

Aku pun langsung menghampirinya,”maaf mas mau tanya, ko tempat karcisnya tutup ya??”, tanyaku.

Dia pun menjawab,”iya mba, disini loketnya buka jam 5 sore.”

Aku terdiam sejenak...dan berpikir, jelas saja buka jam 5 sore, stasiun ini sepi bangeeettt...heuu.

Disaat aku sedang menunggu loket karcis buka, datanglah seorang lelaki dengan menjinjing tas raket ditangannya. Dia pun menanyakan hal serupa pada kedua sejoli itu. Lama ku menunggu –mungkin kalau saja HP-ku tidak lowbat sudah berpuluh-puluh lagu ku dengar- aku menghela nafas dalam-dalam. Perjalan yang cukup melelahkan, hanya untuk “menggambar gratis”, batinku. Tapi bagaimana pun juga ini awal dari semuanya, atau lebih tepatnya untuk menyalurkan hobiku. Menunggu loket buka rasanya hampir setahun,huhft....Dengan muka kesal aku, mengomel tak jelas mengomentari kedatangan kereta yang super lama. Tiba-tiba datang seorang bapak tua –setengah baya kira-kira usianya-.

Dengan alis berkerut dan berkata cukup keras,”Jam segini belum juga buka??! Astagfirullah..!!”.

Hmmm...ternyata bukan aku saja yang merasakannya.

Dia menoleh padaku dan berkata,”belum buka mba?”

Aku jawab saja dengan senyum kecut,“belum pak.”

Hampir satu jam berlalu, sepertinya tak ada tanda-tanda loket karcis untuk membuka tirainya.

“Ha!!! Itu udah buka mba!”, teriaknya senang.

Aku yang terdiam dengan pikiranku melayang entah kemana, terkejut dengan teriakan bapak tua itu. Semangat sekali pikirku. Dan kami pun mengantri untuk membeli tiket. Tiket sudah ditangan, kini tinggal galau menunggu kereta tiba. Ketika sedang duduk menunggu kereta datang, tiba-tiba bapak tua tadi mengejutkan ku kembali.

“mba baru pulang kerja yah?”

“ngga pak...,” jawabku pendek

“saya dari jam setengah empat lho mba nunggu kereta...sampe saya sempet cukur rambut dulu...!”, dengan menunjukkan hasil cukuran dari balik topinya yang terpangkas habis.

Aku lihat jam tanganku,“waah emang waktunya cukup banget pak buat nyukur rambut, malah lebih...haha”, candaku padanya.

“hahahahaaaa...iya mba bener!! Saya liat di jadwal jam 16.15 lho...ah daripada nunggu lama, mending saya nyukur rambut dulu”

“iya ya pak”, jawabku sekenanya.

Dari perangainya bapak tua ini seorang yang pandai bergaul, baik, humoris, dan kami pun terlibat dalam pembicaraan yang cukup untuk membuatku sedikit terhibur di stasiun yang sangat sepi ini. Entah dari mana awalnya pembicaraan kami, dan tiba-tiba dia bilang,

“anak saya mengajar di sekolah aliyah, sebentar lagi mau diangkat jadi PNS, insya Allah. Umur anak saya 22 tahun, mba...anak kedua saya laki-laki baru naik kelas 3 SMA. Tingginya 180 mba...”,terdiam sejenak dia, seolah menunggu untuk dikomentari dariku.

“waaah tinggi banget pak anaknya?”, karena kulihat perawakan sang ayah yang tidak begitu tinggi.

“iya mba,ikutan basket dia...sekarang dia ngelatih basket di SMP, yaah lumayanlah mba buat uang jajan dia sendiri, tapi kadang dia juga tetep minta ma saya, hehe”, sambil terkekeh dan menggelengkan kepala tertunduk.

“ooo..panteees, tapi hebat ya pak, jadi pelatih basket...”, timpalku dengan senyum diakhir kata.

“maaf bapak punya anak berapa?”, tanyaku tak penting.

“anak saya cuma dua mba, yang perempuan ini, dia sudah 6 kali ganti pacar lho mba...setiap ada yang datang kerumah ni, saya lihat bagimana orangnya mba”.

Dengan muka serius dia bercerita tentang anaknya dan akupun mulai hanyut terbawa dalam cerita-ceritanya.

“maksudnya bapak ‘lihat’”,tanyaku menyelidiki.

“iya mba, saya lihat dulu...kalo pas dateng jamnya sholat, trus ada bunyi bedug dia diem aja...kebangetan, gimana nggak mba orang mesjidnya diseberang rumah saya. Tapi bener lho mba, kalo soal yang satu ini saya ga bisa diem aja”.

Akupun hanya meng-iya-kan perkataannya dan manggut-manggut. Lalu dia mengejutkan aku dengan pertanyaan yang menjurus.

“maaf ni mba, mba udah nikah?”

“Belum”,

“kalo pacar?”

“ga punya”, bibirku dipaksakan untuk tersenyum

“atau mba lagi pendekatan sama orang?”, tanya dia penasaran.

“ga ada pak...”, jawabku mulai risih dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukkan.

Dari raut mukannya dia seperti tidak percaya dengan jawaban-jawaban yang aku lontarkan padanya. Tapi memang begitu keadaannya, mau gimana lagi?

“saya kasih tau ya mba, jangan pernah memberi peluang sama laki-laki yang menurut mba bukan orang yang tepat buat mba, kalau mba udah ada calon, sebaiknya sholat istikharoh dulu”, nasihatnya.

“saya selalu bilang sama anak saya, ‘ndoo cari pasangan hidup itu kamu harus bisa melihat bagaimana dia dari dalemnya, jangan diliat dari luarnya aja, do’anya ya Allah jika dia jodohku dekatkanlah, jika bukan jodohku jauhkanlah’”

Aku hanya menggangguk kecil. Seperti seorang anak yang dinasihati ayahnya.

“kalo do’a orang tua beda lagi mbaaa...’ya Allah tunjukkanlah pada hamba jika memang itu jodoh anak hamba’”, dengan muka serius.

Ya Allah seperti disambar petir...aku langsung teringat sosok lelaki tua di sana yang tak pernah memberiku nasihat, seperti yang bapak itu katakana pada anaknya. Ingin aku menangis saat itu juga, tapi kutahan air mataku untuk tidak mengalir deras dipipiku.

“yaaah mba, meskipun saya kerja di pasar, saya ingin anak-anak saya sukses dan bahagia dunia akherat”, tambah bapak tua yang bekerja di pasar Kramat Jati itu.

“Mantan pacar saya –istri saya mba- orangnya cerewet, tapi baik. Saya selalu bilang sama istri saya, kalo ada masalah dan bapak baru pulang kerja, tunggu bapak mandi dulu, makan dulu, sholat dulu, baru cerita, diskusiin bareng-bareng. Soalnya pernah mba, pas saya dateng, dengan keadaan cape dari pasar, dia langsung ngomel-ngomel. Saya liatiiiin aja, saya dengerin. Selesai ibu ngomel-ngomel mba, saya cuma bilang ‘udah bu?’, si ibu terus nangis mba. Itu kalo saya lagi tahan ngadepinnya mba, tapi kalo saya lagi ga tahan ni mba udah di ubun-ubun misalnya, saya langsung ke kamar mandi mba...”

“kamar mandi?? Ngapain pak?”, tanyaku terheran-heran

“iya kamar mandi”, dia menegaskan

“saya buka baju, langsung saya naik ke bak, berendem sampe kepala saya ga kliatan...terus saya ucapin omongan-omongan kotor di dalem air mba...seperti b*n*s*t misalnya, kan pasti ga kedengeran tuh, biarpun saya tereak sekenceng apapun...yang ada cuma gelembung-gelembung aja yang keluarkan mba?hehe”, ucapnya terkekeh, namun benar juga fikirku, tanpa ingin menyakiti hati sang istri dengan ucapan kotor, dia ‘rendam di dalam air dingin’agar isi kepala yang keluarpun menjadi dingin kembali.

“atau kalo ga mba...saya langsung keluar rumah,tunggu sampe sejam, saya bel ibu, marahnya pasti udah reda, ya saya balik lagi ke rumah mba”, ceritanya dengan semangat.

“tapi mba...alhamdulillah, ini –sambil mengangkat kedua tangannya- ga pernah saya lakukan”, sambil menggelengkan kepalanya mantap, kalau dia tidak pernah memukul istrinya dengan kedua tangannya itu.

Aku mengerutkan kening, sambil mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.

“saya ga mau kalau tangan ini sampai mendarat di istri saya, karena nanti, disuatu saat nanti, anak perempuan saya pasti akan dikasari oleh suaminya, saya ga mau itu mba...”

Lalu bagaimana dengan lelaki tua di sana? Adakah dia memiliki hati pada wanita yang dinikahinya berpuluh-puluh tahun yang lalu...tangan dan lisannya tak pernah dia jaga, ya Allah. Akankah jika ucap bapak itu benar ‘disuatu saat nanti anak perempuan saya pasti akan dikasari oleh suaminya’, ya Allah jangan sampai itu terjadi.

“...”, aku hanya bisa terdiam mendengar ucapannya yang terakhir.

Mulutku tertutup rapat.

“saya kan orang pasar ya mba, malem ga di rumah, pernah saya tanyakan sama istri saya ‘ibu nyesel nikah sama bapak?’ istri saya geleng kepala mba, saya tanya lagi ‘ibu nyesel tiap malem ga tidur sama bapak?’, istri saya geleng kepala lagi...saya bilang ‘alhamdulillah’”

“istri bapak sabar ya pak...” kataku padanya

“bukan mba, bukan sabar...tapi istri saya menerima saya apa adanya dan saya merasa kasihan padanya”, ucap bapak itu.

Wuzzzzzz...!!! kereta yang ku tunggu-tunggu akhirnya datang juga.

“nah tuh! Keretanya dateng mba!”, ucapnya semangat.

Aku mengikuti langkahnya dari belakang, sambil mencerna semua cerita yang diucapkannya tadi sembari menunggu kereta datang.

Mungki menurutnya, cerita tadi adalah cerita untuk mengusir waktu senggang. Tapi menurutku, cerita tadi merupakan cerita yang begitu sarat akan makna hidup,yaaa...walaupun hanya beberapa menit kami berbincang-bincang, itu merupakan sesuatu yang sangat berharga.

Ketika dia sampai di tempat tujuannya, dia berpamitan padaku.

“saya turun di sini mba...assalamua’alaikum”

“oh iya pak, wa’alaikumssalam,hati-hati ya pak...”, ucapku. Entah terdengar olehnya atau tidak.

Selama perjalanan pulang, masih kuingat semua perkatannya, masih kuingat jelas raut wajahnya ketika dia bercerita, masih kuingat jelas gerak tubuhnya ketika dia mengangkat kedua tangannya, dan sorot matanya yang teduh serta dapat mendamaikan keluarga kecilnya, yang tak dapat ku temukan di lelaki tua itu.

Ingin aku bertemu kembali dengannya untuk sekedar mengucapkan sesuatu yang tertinggal...

“makasih ya pak...” ;)

Rabu, 22 Juni 2011

Kings Of Convenience - Homesick

I lose some sales
and my boss won't be happy
but I can't stop listening to the sound
of two soft voices blended in perfection
from the reels of this record that I found

every day there's a boy in the mirror
asking me
what are you doing here
finding more that previous motifs
growing increasingly unclear

I travelled far and I burned all the bridges
I belived as sooned as I hit land
all the other
options held before me
wither in the light of my plan

so I lose some sales
and my boss won't be happy
but there's only one thing on my mind
searching boxes underneath the counter
on a chance that on a tape I'd find

a song for
someone who needs somewhere
to long for

homesick
cause I no longer know
where home is

Jumat, 10 Juni 2011

Chord Winda Idol-"Kutemukan Penggantinya"

Author : Chord Frenzy


[intro] Gm F Dm D#

Gm F Dm D#
sebuah kisah tertulis indah di masa lalu
Gm F Dm
tak teraba oleh hati siapapun
Gm F Dm D#
hingga kau hadir dengan segala kelemahanmu
Gm F Dm
cacat hidupmu menyempurnakanku

Gm F D# A#
kesakitanku bertambah pahit
Gm F D#
ketika harus aku akui
Gm F D# A#
aku menahan rasa cintaku untukmu
Gm F C
namun kau tetap ada

[chorus]
Gm F Dm D#
kau hadir dalam bayangan yang tak pernah ku anggap
Gm F Dm
kau ada di dalam bayangan semu
Gm F Dm D#
kau merindu dan membuatku jatuh kepadamu
Gm F C
kau menyayangku dan buatku berkata
ku temukan penggantinya

[int] Gm F Dm D#
Gm F Dm

Gm F D# A#
kesakitanku bertambah pahit
Gm F D#
ketika harus aku akui

[chorus]
Gm F Dm D#
kau hadir dalam bayangan yang tak pernah ku anggap
Gm F Dm
kau ada di dalam bayangan emu
Gm F Dm D#
kau merindu dan membuatku jatuh kepadamu
Gm F Dm
kau menyayangku dan buatku berkata

Gm F Dm D#
kau hadir dalam bayangan yang tak pernah ku anggap
Gm F Dm
kau ada di dalam bayangan emu
Gm F Dm D#
kau merindu dan membuatku jatuh kepadamu
Gm F C
kau menyayangku dan buatku berkata
Gm F Dm D#
ku temukan penggantinya
Gm F Dm D#
ku temukan penggantinya
Gm F Dm D#
ku temukan penggantinya
Gm F Dm D#
uuu oooho uooooohooo
Gm F Dm D#
ku temukan
Gm F Dm D#
hoouuu ooouooo huuoohooo



Senin, 25 April 2011

Title: Especially for you

Artist: Mymp

Tabbed By: Charlie Edsel Valera


Verse:
F Dm
Especially for you I wanna let you know
Gm
what I was going through
C F
All the time we were apart I thought of you
F Eb Bb
You were in my heart love never changed
Bb-
I still feel the same


Verse:
F Dm
Especially for you I wanna tell you I was
Gm
feeling that way too
C
And if dreams were wings you know
F
I would have flown to you
Eb
to be were you are
Bb
No matter how far and now I'm next to you

Refrain 1:
F
No more dreaming about you tomorrow
A7
Forget the loneliness and the sorrow
Dm Bb
I've got to say it's all because of you


Chorus:
F Dm
And now we're back together
Gm C Am Dm
Together I wanna show you
Gm C
my heart is oh so true
Am Dm
And all the love I have is a
Gm C F Bb-
especially for you


Verse:
F Dm
Especially for you I wanna tell you,
Gm F
you mean all the world to be
C
How I'm certain that
F
our love was meant to be
F Eb Bb
You changed my life you showed me the way

And Now I'm next to you


Refrain 2:
F
I've waited a long enough to find you
A7
I wanna put all the hurt behind you
Dm Bb
And I wanna bring all the love beside you


Chorus:
F Dm
And now we're back together
Gm C Am Dm
Together I wanna show you
Gm C
my heart is oh so true
Am Dm
And all the love I have is a
Gm C F Bb-
especially for you


Adlib:(F-Dm-Gm-C-F)
(Refrain 1 & Chorus)


Eb Bb
You were in my heart my love never changed

And now I'm next to you
(Repeat Refrain 1)


F Dm
together
Gm C Am Dm
Together I wanna show you
Gm C
my heart is oh so true
Am Dm
And all the love I have is a
Gm C F Bb-((Bb-F))
especially for you . . .


Chord Gitar dan Lirik Lagu Endah N Rhesa When You Love Someone

Intro: D D/F# G 2x

D D/F# G
I love you but its not so easy
D D/F# G
to make you here with me
D D/F# G
I wanna touch and hold you forever
Bm A E/G# E
But youre still in my dream

G A
And I cant stand to wait till nite is coming
D
to my life
G A
But I still have a time to break a silence

Chorus
G
When you love someone
D/F#
Just be brave to say
Em D
that you want him to be with you
G
When you hold your love
Bm
Dont ever let it go
C
Or you will loose your chance
A
To make your dreams come true


Intro : D D/F# G 2x


D D/F# G
I used to hide and watch you from a distance
Bm A G
and i knew you realized
D D/F# G
I was looking for a time to get closer
Bm A E
at least to say hello

G A
And I cant stand to wait till nite is coming
D
to my life
G A
But I still have a time to break a silence


Chorus

G
When you love someone
D/F#
Just be brave to say
Em D
that you want him to be with you
G
When you hold your love
Bm
Dont ever let it go
C
Or you will loose your chance
A
To make your dreams come true


Em
And I never thought that Im so strong
F#m
I stuck on you and wait so long
G D
But when love comes it cant be wrong
Em
Dont ever give up
F#m
just try and try to get what you want
G A
Cause love will find the way


Chorus

A
When you love someone
E/G#
Just be brave to say
F#m E
that you want him to be with you
A
When you hold your love
C#m
Dont ever let it go
D
Or you will loose your chance
A B
To make your dreams come true

A
When you love someone
E/G#
Just be brave to say
F#m E
that you want him to be with you
A
When you hold your love
C#m
Dont ever let it go
D
Or you will loose your chance
A B
To make your dreams come true

Outro: E E/G# A 2x B E