Rabu, 23 November 2011

Senin, 07 November 2011

Idul Adha 1432 H

Cirebon, 6 November 2011
20..12 WIB
Gema takbir berkumandang diseantero kampung kecilku, Drajat. Dari petang hingga dini hari tadi, tak henti-hentinya takbir dikumandangkan. Hari ini tepat perayaan Idul Adha 1432 H.
Pagi tadi aku tidak mengikuti shalat Ied-inilah yang membedakan kaum Adam dan kaum Hawa, Allah telah memberikan suatu kelebihan kepada kaum Hawa yang tidak dimiliki kaum Adam.
Ketika jarum jam menunjukkan di angka 10 lewat, kakak sepupuku-mas Sofyan- ke rumah untuk mengajakku "nyate" dirumahnya.
Yaaah ini adalah hasil jepretanku siang tadi...cekidot yaa... ‎​‎​​°\(^▿^)/°♥°\(^▿^)/°

haaaaaaaaa.... inilah saudara-saudaraku, kompak kalo soal beginian. Ini ceritanya lagi pada nusukin daging,,,,,,*Ang Ani mandore ;p

hasil dari tusuk menusuk..
tersenyum girang karena ternyata sudah mirip dengan tukang sate keliling... *eh!


naah..ini juga saudara-saudaraku. Mang Nono adalah orang yang sangat berperan penting dalam pelaksanaan terselenggaranya sate menyate ini *halah!! -tuuuh liat aja..semangat '45 cuy ngipasie-Mas Opoy sibuk ngulitin kepala mbe..diriku? duduk anteng..hehe
aku dan sepupuku, Ang Ani
Ang Iyan,,,,apa mendelik-mendelik??
bantuin ceritanya...
yang tak patah semangat..!! LANJUTKAN MANG!!!!
yaaah beginilah...hasil kipasan pertama, langsung dijarah oleh sang Lintang-dikepusi dikit ya Tang, ambiran adem...fuuuh fuuuh fuuuh...
Tooong tooong....dudu manjing bae kah, malah gandulan ning rajeg je...ckckck
ana sing nyelap tah Ang??
dengan muka bangga dan sotoynya memamerkan gentong yang selalu dibawa kemana-mana... *tobaaaaatt!!
tau maaaass...ga jauh beda ko emang.... ;p
gaya ke-1

gaya ke-2
gaya ke-3
gaya ke-4
gaya ke-5 (pindah tepat, kepanasen je...)
dan eng ing eng.....kepala mbe yang udah dikuliti...iiissshhhhh!!! nyeremin!!!
naaaaah ini dia yang ditunggu..*hwahahahahaha!!! -tawa kemenangan-

Tak sabar  , untuk berkumpul lagi dengan kalian...... miss u so much :*




Selasa, 01 November 2011

Depok Baru, 1 November 2011
12.18 WIB

Udah masuk stasiun UI....masih banyak stasiun kecil lagi yang harus ku lewati bersama commuter line ini. Suasana kereta tidak begitu padat. Alhamdulillah masih bisa dapat tempat duduk, walau sempat berdiri sebentar. Kuambil ponselku dan langsung ku putar lagu yang ada di playlist...hmm ternyata lagu dari miliknya Ricard Clayderman "Love Story"...semakin menambah semarak kegalauan hati...

Menuju Gambir rasanya ada sesuatu yang tertinggal entah dimana.

Jakarta Pusat (Gambir)
12.55 WIB
Sampai di stasiun Gambir, sepertinya banyak yang mudik...sama seperti aku. Penuh. Tak menunggu lama, keretaku datang menuju rumah tercinta. Hmm...kereta 3, 1A, bisnis-biasa merakyat. Aku duduk disamping jendela-yang buram. Tak lama setelah aku duduk, seorang wanita paruh baya menghampiriku, bertanya dimana gerbong 2. Dan usut punya usut ternyata tempat yang aku duduki sekarang ini adalah gerbong 2. Sungguh memalukan, setiap waktu naik kereta Cirebon Express masa aku masih salah naik juga??? -Ngalamun waè tuda si melan mah! Hahaha ;D

Akhrinya kususuri lorong gerbong yang sempit itu menuju gerbong 3. Sampailah aku di tempat yang seharusnya aku tempati. Kali ini aku duduk di samping jalan dimana orang hilir mudik, karena tempat duduk di sampingku yang dekat jendela sudah terisi penumpang lain. Lelaki, seusiaku-dilihat dari perawakan dan air mukanya-mengenakan topi berwarna biru. Ternyata dia ke Jakarta dalam rangka "main". Tak banyak yang kami biacarakan hanya sekedar menanyakan tujuan kami sesampainya di Cirebon.

Gambir
13.30 WIB
Keretaku melaju.....anggun. Ini yang aku rindu-bunyi roda kereta berputar ketika bergesekan dengan rel kereta, menimbulkan suara yang khas.

Cuaca di luar cerah...secerah hatiku menyongsong mereka yang ku cinta di rumah. Tak sabar untuk segera di pelukanmu, mah... ‎​‎​(˘⌣˘)ε˘`)



Cikampek
14.38 WIB
Orang disampingku benar-benar pulas tertidur. Hampir saja terjatuh di bahuku....selagi aku menghindar, untungnya dia cepat tersadar dari tidur panjangnya. Ckckck....mungkin merasa malu-atau entah apa, dia langsung ke kamar kecil.

Aku sungguh menikmati perjalanan ini. Memandang jauh ke luar sana lewat kaca jendela-kali ini kaca jendela yang retak-permadani hijau terbentang luas...diselingi rumah-rumah yang jaraknya berjauhan...lalu kembali hamparan terbentang dengan kambing-kambing yang digembalakan oleh seorang lelaki tua dan sesekali melewati sungai berwarna keruh dengan para bocah yang tanpa beban dan tawa riangnya bermain air. Ku pandang lagi, kini pemandangan yang tersaji adalah hamparan sawah yang gersang dan tanah yang kering kerontang sampai terlihat retakkannya-entah kapan terakhir kali hujan turun di daerah ini. Kontras dengan apa yang kulihat sebelumnya.

Meskipun begitu, tak kualihkan pandangannku dari kaca jendela yang retak ini...

*tadi mamah telepon, "udah nyampe mana?"

Antah Berantah (ga tau di mana)
15.10 WIB
Sungguh perjalanan ini mengasyikan...
Menyapu seluruh pemandangan di luar sana dan entah di mana sekarang aku berada.

Arjawinangun
16.10 WIB
Ku layangkan pandangku ke luar jendela, hari telah senja. Indah kulihat sore ini...bahwasannya untuk beberapa hari kedepan aku dalam dekapan keluargaku di sana.

Masih...yang tersaji di luar sana hamparan gersang, hmmm...mungkin penanaman bibit baru, akan telat dari yang telah direncanakan...

*Yess bentar lagi nyampee Cerbooon..

Stasiun Besar Cirebon
16.30 WIB
Wah!! Kaget aku!!
Banyak sekali yang berubah dari stasiunku ini...Lebih bagus!
Tapi mengapa aku merindukan suasana stasiun yang lama ya?
Mmm...kesannya lebih klasik saja.

Kini, telah di bangun lorong bawah tanah. Sama seperti stasiun Depok Baru, bedanya kalau di stasiun Cirebon lebih bersih-karena bangunan baru-kalau Stasiun Depok lama, sudah penuh sesak, kotor, banyak pedagang kaki lima, beragam manusia pun ada di sana.

Kutunggu kakak sepupuku yang akan menjeputku di stasiun ini. Sekitar menunggu 10 menit, datanglah dia dengan motornya. Menyusuri jalan raya di kotaku tak ada yang berubah secara signifikan. Hanya beberapa bangunan baru atau tempat yang dulunya pernah ku kenal, kini beralih fungsi menjadi tempat lain.

Drajat
16.48 WIB
Motor diparkir di depan rumah. Terlihat dari kaca jendela ruang tamu, papah dan mamah-tumben beliau berdua duduk bersanding. Aaaaah dan ternyata kaki papahku sedang dipijit-pijit oleh mamah. Aku masuk ke rumah, mengucapkan salam, dan menciumi tangan kedua orang tuaku itu.

Bersyukur ya Allah masih dapat mencium tangan kedua orangtuaku.
-Kini aku berusaha untuk melupakan apa yang telah papah lakukan terhadapku dan keluargaku...sungguh...Aku takut kehilangan keduanya (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Depok, 31 Oktober 2011
22.17 WIB

Penghujung bulan Oktober, ga kerasa...begitu banyak cerita yang terukir di bulan ini, ada yang pahit -rasanya sulit untuk menelan dan bernafas, terkadang menghujam jantung, membanjiri pipi hingga terkuras habis, dan kecewa-dan ada pula yang manis-bahagia tak terkira, bahkan sampai senyum-senyum sendiri, gelak tawa, berbagi, memahami, kejutan, dan kejujuran.

Hmm...biarkan semuanya seperti air mengalir dan menemukan muaranya sendiri bahwa di luar sana masih banyak petualangan yang belum terjamah...

*SEMANGAT NOVEMBER!!!!!!
♥°\(^▿^)/°♥♥°\(^▿^)/°♥

Sabtu, 29 Oktober 2011

Depok, 29 Oktober 2011
17.40 WIB


Lagi suka banget lagunya "Someone Like You"-Adele
Hmm...pas banget kayaknya.. Hehehe *tertawa getir
Yang belom punya ayo ayo download lagunyaaah


...

"Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you, too
Don't forget me, I begged, I remember you said
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead"

...

Rabu, 26 Oktober 2011

Sepucuk surat untuk belahan jiwaku..

Assalamu'alaikum...

Mungkin ini akan terdengar sedikit gila untukmu, wahai kekasih hatiku dimanapun engkau berada
Tapi tunggu dulu,,!
Sebelum aku mengungkapkan isi hatiku ada baiknya engkau menghilangkan prasangka yang mengganjal di hati tentangku
--sudah??--

Kalau masih belum bisa, tolong benar-benar bersihkan dahulu jiwamu itu tentang hal yang tak berkenan tentangku, lihat aku dari sisi yang lain...
--sungguh?sudahkah?--

Baiklah...mari kita mulai saja ya sayang...

Kekasihku...
Tahukah engkau, jika aku sebenarnya menunggumu sejak lama...
Namun engkau tak kunjung datang jua
Bahkan aku tak tahu engkau di belahan bumi mana
Bagaimana rupamu
Bagaimana sikapmu
Bagaimana pribadimu
Berjuta pertanyaan ada di benakku tentangmu...

Mungkin Allah belum mempertemukan jalanmu padaku...

Kekasih hatiku siapapun engkau...
Beribu tetesan hujan yang jatuh ke bumi tak 'kan tergantikan dengan tetesan air mata disetiap malam-malamku untuk memohon padaNya
Agar jika engkau datang kepadaku, engkau diberi kesehatan untuk tetap menjaga hatiku yang rentan sekali rapuh
Diberi kemudahan untuk melangkahkan kaki menuju jiwaku yang kelam dan berharap engkau akan membawa pelita bagi ruang jiwaku
Diberi rizqi lahir batin yang melimpah untuk membahagiakanku yang dengan senyum tulusmu akan mengantarkan kita pada gerbang kebahagiaan
Diberi umur yang cukup untuk selalu setia menemani hari-hariku yang kosong, dengan hadirnya engkau hariku mungkin penuh dengan makna
Diberi kesabaran untuk menghadapiku ketika aku khilaf nanti dan berharap engkau meredakanku layaknya hujan di padang gersang...

Duhai kekasihku yang masih dirahasiakanNya...
Dunia ini memang begitu luas
Namun cintaku padamu melebihi luasnya dunia ini
Meski rupamu belum aku ketahui
Namun yakinlah cinta tulusku hanya untukmu
Inilah ungkapan hatiku padamu
Meski kau tak tahu siapa aku
Namun aku yakini Allah akan mencintaimu dan menjagamu untukku

Wahai kekasihku yang akan menjadi imamku kelak...
Penantian ini terasa begitu panjang untukku..
Sempat terpikir untuk tak menginginkan adanya ikatan hati suatu hari nanti denganmu
Namun aku hanyalah insan yang menginginkan keridhoanNya dengan menjalankan sunnah RassulNya
Dan kembali mengingat ayatNya
"Bahwa setiap manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan"
Lalu aku yakini itu sayang...
Bahwa suatu hari nanti engkau akan datang kepadaku
Dengan membawa hati dan cintamu yang tak terbendung untukku

Allah mungkin sedang menguji kita sayang...
Sampai mana batas kesabaran kita

Namun cintaku...
Jika memang Dia belum mempercayakan kepadaku seorang "engkau"
Maka aku akan bersabar menantimu...
Walau harus beribu malam kulalui dengan linangan air mataku
Jika memang linanganku adalah yang terbaik untukNya...
Aku ikhlas....

Wahai belahan jiwaku...
Jika memang namamu yang tertulis di Lauful Mahfuz
Allah pasti pertemukan kita
...cepat atau lambat
Dan aku tak 'kan lelah menanti...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Depok, 22 Oktober 2011
10.00 WIB

Kamrin sore Depok di guyur hujan...hujan yang sangat lebat...bahkan disertai angin kencang dan petir. Sempat terpikir olehku "di rumah banjir ga ya?"....tapi sepertinya para tukang pembuat gorong-gorong--yang memperbaiki saluran mampet--sudah bekerja semaksimal mungkin...hmm mungkin ga akan banjir lagi..
Tapi tetap saja rasa khawatir itu muncul. Karena tak ayal lagi, aku harus menguras rumah yang lumayan "menguras" seluruh tenagaku.

Mmmmh...mari kita kesampingkan kekhawatiranku sebentar ya--lagian juga sudah teratasi oleh para tukang,,hehe.

Bicara tentang hujan...hujan adalah sesuatu yang begitu indah--menurutku--kenapa?karena dia menyirami daerah gersang yang tak tersentuh air setetes pun, membuat kuntum bunga bermekaran, mewangikan tanah, rumput, pohon, bunga, yang memiliki bau yang sangat khas--membumi sekali, aku sangat suka bagian ini--, menghilangkan peluh yang sarat akan tuntutan, melihat para bocah berlarian kesana-kemari di bawah guyuranmu, menimba rezeki dengan payung digenggaman yang bergetar karena dingin menusuk tulang, melelapkan mata yang terhipnotis akan merdunya nyanyianmu, menghilangkan rasa rindu yang membelunggu jiwa, merecall kenangan yang tersimpan rapi di sudut hati, menitikan air mata di saat tak ada bahu untuk bersandar, disamping semua itu yang paling membuatku menanti datangnya hujan adalah berdoa ketika hujan turun karena Dia membawa rahmatNya ke bumi. Dan itu adalah salah satu do'a mustajab yang insya allah, Allah akan kabulkan. Subhanallah......

Ada hal lain lagi yang membuatku begitu rindu akan datangnya hujan....hmmm...menilik jauuuuh kebelakang, walaupun hanya terjadi beberapa menit saja...tapi begitu membekas hingga sekarang. Yaaaah,,seperti yang kubilang tadi "merecall kenangan yang tersimpan rapi di sudut hati dan nyayian rindu itu selalu abadi".

Bagaimana pun yang namanya kenangan itu selalu akan tersusun rapi di rak hati ini. Sepahit apapun kenangan itu dan tentunya dengan melupakan rasa sakit diwaktu lalu, namun peristiwanya tak 'kan dapat kita lupa bukan? ;)

Aaah sudah sudah...yang pasti aku selalu bahagia disaat hujan turun... Karena akan selalu terucap do'a yang kupanjatkan untuk orang-orang yang kusayang (‾ʃƪ‾)

Allahumma shoyyiban naafi'aa....